SISTEM ABSENSI SIDIK JARI
TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Disusun Oleh: 3KA18
BOYKE IRAWAN [11117246]
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunia-Nya kami dapat
menyelesaikan tugas penulisan makalah dengan baik dan tepat waktu.
Pada
kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada pihak yang secara langsung
maupun tidak langsung telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini hingga
selesai.
Kami
menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan, karena itu kami menerima segala kritik serta saran yang bersifat membangun
agar pada penulisan selanjutnya kami dapat lebih baik lagi.
Dan kami
juga berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi
pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada saat ini beberapa universitas masih menggunakan sistem
absensi secara manual atau menandatangani sebuah kertas. Hal tersebut membuat
sistem absensi tidak efektif, karena membuang kertas, dan juga sangat mudah
bagi para mahasiswa untuk melakukan kecurangan dalam absesnsi. Saat ini
teknologi yang paling berkembang untuk mengatisipasi hal tersebut adalah
pengenalan fingerprint karena hal tersebut sangat akurat.
Salah satu penerapan teknologi yang berguna untuk meningkatkan
kedisiplinan pada kehadiran mahasiswa yang ada di Universitas Gunadarma adalah
dengan cara menggunakan absensi berbasis “fingerprint”. Sistem ini dapat
memberikan laporan waktu kedatangan dan absensi mahasiswa sesuai dengan waktu
yang ada di komputer sehingga proses yang dilakukan untuk menghasilkan suatu
laporan kehadiran mahasiswa dibuat dengan tepat. Data mengenai kehadiran
mahasiswa juga dapat diolah menjadi informasi yang dapat diakses melalui
internet dengan cepat karena data-data tersebut sudah terkomputerisasi.
1.3 TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan sistem absensi
berbasis “tapping” berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan karyawan.
Manfaat dari penyusunan makalah ini, yaitu:
1. Melakukan pengamatan pencatatan kehadiran mahasiswa
berdasarkan sidik jari mahasiswa sehingga dapat meningkatkan keakuratan data
kehadiran mahasiswa dan dapat membantu dalam menentukan layak tidaknya
mahasiswa untuk mengikuti ujian.
2. Menganalisis keefesienan aplikasi pencatatan
kehadiran mahasiswa menggunakan sidik jari dibanding dengan pencatatan
kehadiran secara manual.
3. Agar dapat mengaplikasikan dan mengimplementasikan
ilmu yang di dapat di bangku perkuliahan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Informasi
Sistem informasi adalah
kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.
Menurut Sutabri, Sistem
informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi
yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk
dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Menurut Robert A. Leitch dan
K. Roscoe Davis, Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu
oganisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.2 Inovasi
Pengertian Inovasi
Menurut UU
No. 18 tahun 2002, Inovasi adlah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau
perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks
ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
Menurut
Kuniyoshi Urabe, Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time
phenomenom), melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi
banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh organisasi dari mulai penemuan
gagasan sampaii implementasinya di pasar.
Menurut
West & Far, Inovasi adalah pengenalan dan penerapan dengan sengaja gagasan,
proses, produk, dan prosedur yang baru pada unit yang menerapkannya, yang
dirancang untuk memberikan keuntungan bagi individu, kelompok, organisasi, dan
masyarakat luas.
2.3 Teknologi
Menurut
Miarso, Teknologi adalah suatu bentuk proses yang meningkatkan nilai tambah.
Proses yang berjalan dapat menggunakan atau menghasilkan produk tertentu,
dimana produk yang tidak terpisah dari produk lain yang sudaha ada. Hal itu
juga menyatakan bahwa teknologi merupakan bagian integral dari yang terdukung
dalam sistem tertentu.
Teknologi adalah metode
ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis, dan merupakan salah satu
pengetahuan ilmu terapan. Dan menyediakan barang yang diperlukan untuk
kelangsungan hidup dan kenyamanan hidup manusia.
Perkembangan teknologi saat
ini sangat pesat mulai dari alat komunikasi, transportasi, pengobatan, hiburan,
dan masih banyak lagi. Tetapi dilain hal, perkembangan teknologi juga membawa
dampak baik juga buruk terhadap kehidupan manusia, yaitu:
Dampak positif saat ini
adalah
1. Dapat mencari dan
memperoleh informasi dengan mudah dan cepat
2. Semakin cepat dalam hal
berkomunikasi, mencari informasi, berpegian, dll
3. Dapat menghemat waktu,
efisien, dan efektif
4. Sarana mendapat hiburan
dengan mudah
Dampak negatif saat ini
adalah
1. Penyalahgunaan terhadap
fungsinya, terutama dibidang komunikasi
2. Banyak beredar informasi
bohong (hoax)
3. Adanya juga informasi
yang kurang mendidik
2.4 Sidik Jari
Sidik
Jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan
dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh
kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak
tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari, dan kulit
bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada
daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang
dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu.
Ilmu sidik jari di Indonesia
khususnya di kalangan kepolisian dirintis oleh seorang desertir SS Nazi Jerman
yang lari ke Belanda dan kemudian ditempatkan di Makassar oleh pemerintah
kolonial Belanda sebagai perwira polisi[butuh rujukan]. Setiap taruna Akpol di
Indonesia mengenal namanya sebagai perintis sidik jari di kalangan kepolisian
Indonesia. Nama desertir SS Nazi tersebut adalah Gustav Poppeck, mertua kedua
pelukis maestro S.Sudjojono. Gustav Poppeck dimamakamkan di TPU Menteng Pulo.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Gambar Proses Absensi Sidik Jari
3.1 Penjelasan
Sebuah
absensi fingerprint scanner memiliki dua pekerjaan, yakni mengambil gambar
sidik jari Anda, dan memutuskan apakah pola alur sidik jari dari gambar yang
diambil sama dengan pola alur sidik jari yang ada di database. Ada beberapa
cara untuk mengambil gambar sidik jari seseorang, namun salah satu metode yang
paling banyak digunakan saat ini adalah optical scanning.
Inti dari
scanner optical adalah charge coupled device (CCD), sistem sensor cahaya yang
sama digunakan pada kamera digital dan camcorder. CCD merupakan sebuah larik
sederhana dari diode peka cahaya yang disebut photosite, yang menghasilkan
sinyal elektrik yang merespon foton cahaya. Setiap photosite merekam sebuah
pixel, titik kecil yang merepresentasikan cahaya dan membenturnya. Pixel-pixel
ini membentuk pola terang dan gelap dari sebuah gambar hasil scan sidik jari
seseorang.
Proses scan
mulai berlangsung saat Anda meletakkan jari pada lempengan kaca dan sebuah
kamera CCD mengambil gambarnya. Scanner memiliki sumber cahaya sendiri,
biasanya berupa larik light emitting diodes (LED), untuk menyinari alur sidik
jari Anda. Sistem CCD menghasilkan gambar jari yang terbalik, area yang lebih
gelap merepresentasikan lebih banyak cahaya yang dipantulkan (bagian punggung
dari alur sidik jari), dan area yang lebih terang merepresentasikan lebih
sedikit cahaya yang dipantulkan (bagian lembah dari alur sidik jari).
Sebelum
membandingkan gambar yang baru saja diambil dengan data yang telah disimpan,
processor scanner memastikan bahwa CCD telah mengambil gambar yang jelas dengan
cara melakukan pengecekan kegelapan pixel rata-rata, dan akan menolak hasil scan jika
gambar yang dihasilkan terlalu gelap atau terlalu terang. Jika gambar ditolak,
scanner akan mengatur waktu pencahayaan, kemudian mencoba pengambilan gambar
sekali lagi.
Jika tingkat kegelapan telah
mencukupi, sistem scanner melanjutkan pengecekan definisi gambar, yakni
seberapa tajam hasil scan sidik jari. Processor memperhatikan beberapa garis
lurus yang melintang secara horizontal dan vertikal. Jika definisi gambar sidik
jari memenuhi syarat, sebuah garis tegak lurus yang berjalan akan dibuat di
atas bagian pixel yang paling gelap dan paling terang. Jika gambar sidik jari
yang dihasilkan benar-benar tajam dan tercahayai dengan baik, barulah processor
akan membandingkannya dengan gambar sidik jari yang ada dalam database.
3.3 Sistem Absensi Biometrik
Pada dasarnya, absensi dengan sistem fingerprint juga
merupakan salah satu bentuk absensi biometrik. Apabila menilik lebih jauh,
sebetulnya sistem absensi biometrik lebih kompleks daripada sekadar
fingerprint. Teknologi biometrik memungkinkan mesin untuk mendeteksi beragam
karakteristik manusia secara lebih spesifik. Selain mampu mendeteksi sidik
jari, sistem ini sanggup pula mengenali karakteristik unik pada wajah, suara,
serta mata manusia.
3.4 Absensi Digital dengan Password
Kehadiran
sistem absensi digital merupakan penemuan yang mampu menggantikan pencatatan
data kehadiran secara manual. Data absensipun dapat langsung dimasukkan ke
komputer untuk kemudian diolah serta disimpan untuk kepentingan perusahaan.
Masing-masing karyawan memiliki password khusus yang perlu di-input ketika
mencatatkan kehadirannya. Namun demikian, sistem absensi karyawan semacam ini
dapat saja dimanipulasi ketika karyawan memberikan password-nya kepada sesama
karyawan lain untuk keperluan titip absen.
DAFTAR PUSTAKA


